Metode permainan adalah cara mengajar yang dilaksanakan dalam untuk permainan. Sedangkan metode permainan dalam pembelajaran mate adalah cara untuk menyampaikan pelajaran mate dengan sarana bermain. Metode permainan dalam pembelajaran dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran dan membuat siswa merasa senang terhadap matematika. Satuan pengukuran dapat diartikan sebagai hasil pengukuran yang diterapkan pada suatu keadaan atau benda. Satuan pengukuran dapat dibedakan atas satuan pengukuran tidak baku dan satuan pengukuran baku.Bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika, tidak berminat, dan tidak mudah untuk menguasai matematika dalam satuan ukuran panjang dengan metode permainan dapat membantu proses kegiatan belajar matematika.

 Berdasarkan alasan di atas maka dilakukan penelitian mengenai penggunaan metode permainan dalam embelajaran matematika pengukuran panjang di kelas II SD agar siswa dapat menguasai materi pengukuran panjang dengan baik. Pembelajaran matematika dengan metode permainan dilakukan dengan menggunakan benda-benda di sekitar anak sehingga lebih mudah untuk dikenali.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode permainan dalam embelajaran matematika pengukuran panjang di kelas II SD yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 kegiatan pembelajaran. Adapun uraian hasil penelitian akan disajikan dalam 3 sub bab yaitu tindakan, deskripsi pelaksanaan dan refleksi serta pembahasan.

Pada setiap kegiatan siswa melakukan permainan, mengerjakan LKS dan evaluasi formatif untuk mengetahui adanya peningkatan pemahaman siswa dilihat dari hasil prestasinya.Setelah dilaksanakan 2 siklus pembelajaran, diperoleh hasil sebagai berikut:

(1) dengan penggunaan metode permainan dalam pembelajaran matematika dapat membantu siswa lebih menguasai materi pengukuran panjang,

 (2) alat permainan diambil dari benda-benda yang ada di sekitar anak sehingga dapat membantu siswa dalam mengenal nama-nama benda tersebut dengan baik,

(3) model permainan dibuat secara bervariasi sehingga mampu menarik minat siswa, tidak menimbulkan kejenuhan dan siswa semakin tertantang dalam mengikuti pembelajaran matematika,

(4) penjelasan aturan permainan disertai dengan peragaan terlebih dahulu oleh guru dan dalam penjelasannya menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana,

(5) memberi bimbingan bagi siswa yang mempunyai kemampuan berpikir kurang dan memberi pujian terhadap siswa yang berani untuk menjawab atau melaksanakan tugas dengan baik.